Maf’ul min ajlih adalah
isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sebab-
sebab terjadinya suatu perbuatan
Belajar Bahasa Arab
Belajar Bahasa Arab.
Saturday, November 30, 2013
Bab Munada (yang dipanggil)
Munada itu ada lima,
yaitu :
|
(nama-nama)
|
|
(nakirah yang termaksud),
|
|
(nakirah yang tidak termaksud),
|
|
(yang diidhafahkan
|
|
(yang menyerupai mudhaf)
|
Adapun
mufrad ‘alam dan nakirah maqsudah maka ia dimabnikan atas dhammah dengan tanpa tanwin
Bab Laa
Ketahuilah! Bahwa apabila laa bertemu langsung dengan isim
nakirah maka laa
menashabkan isim nakirah dengan tanpa tanwin dan tidak mengulang-ulang laa.
Jika laa tidak bertemu langsung dengan nakirah maka wajib mengulang-ulang laa
Jika mengulang-ulang laa (berarti bertemu langsung dengan
nakirah),
maka boleh
mengamalkannya (menjadikan laa sebagai amil yang menashabkan) atau menyia-
nyiakannya.
Bab Istitsna
Huruf istitsna
itu ada delapan,
Maka mustatsna (kalimat yang di istitsnakan) dengan huruf illaa dinashabkan jika kalamnya
taam mujab
Jika kalamnya manfiy taam, maka boleh menjadikannya badal atau menashabkannya karena
istitsna
Jika kalamnya naaqish (kurang), maka i’rabnya sesuai
dengan amil-amilnya,.
Dan Mustatsna dengan khalaa, ‘adaa,
dan haasyaa maka boleh kita menashabkannya atau
Bab Tamyiz
Tamyiz itu adalah isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat yang sebelumnya samar.
Tamyiz itu pasti
nakirah dan tamyiz hanya terjadi
setelah kalamnya sempurna
Subscribe to:
Posts (Atom)






